KARYA TULIS ILMIAH DAN PROFESIONALISME GURU

KARYA TULIS ILMIAH DAN PROFESIONALISME GURU

 

pengembangan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Pengembangan profesi guru adalah kegiatan guru dalam rangka pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan keterampilan untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar dalam upaya memperbaiki hasil belajar, pendidikan dan budaya.

 

Oleh : Mujiburrahman, S.Pd.


Profesionalisme guru sering dikorelasikan dengan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan efektif, kreatif dan inovatif yang didukung dengan penggunaan metode dan media pembelajaran yang dapat menarik minat dan atensi siswa serta dapat menjembatani kebutuhan siswa terhadap pencapaian kompetensi yang diharapkan.

Guru yang kreatif selalu berpikir dan berinovasi dalam mengelola kegiatan belajar mengajar dengan terus mencoba menemukan hal-hal baru, baik berupa pendekatan, teknik, metode dan media pembelajaran baru untuk diaplikasikan di kelas sehingga dapat membantu guru dalam berinteraksi lebih efektif dan terarah dengan peserta didik di kelas.

Penemuan  hal-hal baru biasanya bermula dari fenomena riil yang sering muncul dalam proses pembelajaran. Fenomena-fenomena tersebut sayogyanya dituangkan ke dalam bentuk tulisan yang sederhana dengan tujuan agar mudah diingat ketika dibutuhkan dan proses yang akan dilakukan dapat disusun secara sistematis sebelum  mengimplementasikannya dalam pembelajaran. Hal yang lebih penting lagi adalah agar penemuan tersebut dapat dijadikan sebagai sebuah karya tulis ilmiah yang merupakan salah satu bentuk kegiatan peningkatan profesionalisme guru.

Menurut Firman (2004) Karya Tulis Ilmiah (scientific paper) adalah  laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian sesuatu yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masayarakat keilmuan. Data, simpulan dan informasi yang terkandung dalam karya ilmiah dapat dijadikan referensi bagi ilmuan lain dalam melaksanakan penelitian dan pengkajian selanjutnya.

Kendala umum dari sebagian besar peneliti/penulis, salah satu di antaranya para guru, adalah kemampuan untuk memulai sebuah tulisan yang akan mengangkat fenomena-fenomena riil di dalam kelas atau menulis hasil penelitian untuk dijadikan artikel ilmiah atau penelitian tindakan kelas yang dapat dipublikasikan. Oleh karena itu, upaya peningkatan  kemampuan tersebut mutlak dilakukan oleh semua guru yang benar-benar dan sungguh-sungguh ingin mengembangkan diri dan profesionalitasnya.

Menulis suatu gagasan atau ide dalam bentuk artikel semacam ini merupakan pekerjaan yang terasa amat sulit bagi sebagian besar masyarakat dan juga para guru, namun sulit bukan berarti tidak bisa dilakukan. Keberanian untuk memulai sebuah tulisan sederhana seperti ini adalah langkah awal untuk membuka ruang kreatifitas agar ide atau gagasan yang sering dibicarakan di selah-selah istirahat dapat dituangkan ke dalam bentuk tulisan sederhana dan kemudian selanjutnya diformulasikan secara sistematis untuk menjadi sebuah kerangka penelitian yang ilmiah.

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya pada tahun 2011 akan segera diberlakukan. Substansi dari Peraturan tersebut adalah pengembangan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Pengembangan profesi guru adalah kegiatan guru dalam rangka pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan keterampilan untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar dalam upaya memperbaiki hasil belajar, pendidikan dan budaya. Upaya itu antara lain dengan cara meningkatkan mutu materi atau bahan pembelajaran, menyampaikan program pembelajaran, mengevaluasi hasil belajar, menganalisa hasil evaluasi serta menyusun program pelaksanaan tindak lanjut dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran.

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, metode, strategi, model pembelajaran dari waktu ke waktu begitu cepat berekembang, maka guru dalam upaya meningkatkan profesinya harus selalu mengikuti. Kondisi peserta didik pun selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan kehidupan di lingkungan masyarakat dan keluarganya.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa guru sayogyanya segera berkemas-kemas diri mengikuti perkembangan dan menambah wawasan agar semakin luas dengan banyak membaca dan menulis karya-karya tulis ilmiah, sehingga dengan demikian diharapkan akan terjadi perubahan perlakuan dalam mengelola proses pembelajaran di kelas dan penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan menjadi lebih mengarah ke PAIKEM.

GOOD DEEDS DON’T NEED ANY WORDS (Perbuatan-perbuatan baik tidak membutuhkan banyak kata-kata). Dengan kata lain “Berbuat banyak lebih baik daripada berbicara banyak.”

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: